Dalam dunia investasi saham, sering muncul pertanyaan: Apakah saham yang kita beli bisa hilang? Banyak investor khawatir akan potensi kehilangan saham, terutama karena faktor eksternal yang dapat berdampak pada keamanan aset mereka. Pada dasarnya, saham adalah bukti kepemilikan kita atas sebagian perusahaan, sehingga peluang “hilangnya” saham secara teknis sangat kecil. Namun, ada beberapa risiko yang harus dipahami agar kita bisa lebih bijak dalam melindungi investasi.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Risiko Hilangnya Saham
- Kebangkrutan Perusahaan
- Ketika sebuah perusahaan bangkrut, sahamnya mungkin menjadi tidak bernilai atau dihapus dari bursa. Ini tidak berarti saham benar-benar “hilang,” tetapi nilainya bisa turun drastis hingga mendekati nol.
- Tips: Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi, dan perhatikan kesehatan keuangan perusahaan.
- Delisting dari Bursa Saham
- Delisting adalah penghapusan saham dari bursa, baik karena permintaan perusahaan maupun keputusan bursa. Saat saham dihapus dari daftar, likuiditasnya berkurang, dan investor mungkin kesulitan menjualnya.
- Tips: Perhatikan pengumuman dari bursa dan perusahaan terkait kondisi saham.
- Risiko Penipuan atau Saham Bodong
- Saham dari perusahaan yang tidak terdaftar atau perusahaan abal-abal bisa menjadi “hilang” jika terbukti sebagai penipuan. Oleh karena itu, penting untuk berinvestasi hanya pada perusahaan resmi yang terdaftar di bursa.
- Tips: Investasikan dana hanya pada perusahaan yang terdaftar di bursa yang diatur, seperti BEI, dan waspadai saham yang menawarkan keuntungan tidak realistis.
- Masalah Teknis pada Sistem Investasi
- Dalam era digital, risiko teknis seperti hacking atau masalah keamanan data juga bisa mengancam. Namun, sebagian besar platform investasi memiliki sistem keamanan yang ketat untuk melindungi aset investor.
- Tips: Pilih platform investasi yang terpercaya dan pastikan menggunakan autentikasi dua faktor untuk keamanan tambahan.
Cara Melindungi Saham agar Tetap Aman
Untuk menghindari risiko hilangnya saham, investor bisa mengambil beberapa langkah pencegahan:
- Diversifikasi Portofolio: Jangan hanya berinvestasi pada satu jenis saham atau sektor saja. Diversifikasi membantu meminimalkan risiko.
- Pilih Platform Investasi yang Aman: Gunakan broker atau platform yang sudah memiliki izin resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
- Rutin Memantau Perkembangan Saham: Pantau kinerja perusahaan secara berkala dan lakukan evaluasi terhadap portofolio Anda.
Kesimpulan: Mengurangi Risiko Kehilangan Saham
Meskipun kecil kemungkinan saham benar-benar “hilang,” berbagai risiko bisa mengakibatkan saham menjadi tidak bernilai atau sulit dijual. Dengan melakukan riset dan memahami risiko yang ada, Anda bisa lebih tenang dalam berinvestasi. Primestockmarket selalu menyarankan investor untuk melakukan investasi yang cerdas dan bijak dengan mempertimbangkan berbagai faktor risiko.